Perkembangan Pelabuhan Indonesia III

15 07 2013

PI3

Selain melalui website resminya www.pp3.co.id, untuk dapat mengetahui perkembangan perkembangan Pelabuhan Indonesia III kita dapat juga mengakses website majalah dermaga. Didalamnya kita bisa melihat artikel-artikel menarik seputar pelabuhan dan isu hangat lainnya di wilayah operasi Pelabuhan Indonesia III ini. Selain itu juga kita bisa mendownload majalah bulanannya yang menurut saya cukup informatif dan menarik.

Screen Shot salah satu artikel majalah dermaga

Screen Shot salah satu artikel majalah dermaga

Anda bisa mendownload majalah dermaga di sini

Selamat membaca ūüôā

Advertisements




Repost: Bersama Pelindo III AKRA Bangun Pelabuhan Besar

15 07 2013

(Vibiznews – Stock) PT Usaha Eka Pramata Nusantara (UEPN) yang merupakan anak usaha PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bekerja sama dengan Pelindo III membentuk usaha patungan. Tujuan dari join venture ini untuk pembangunan pelabuhan terintergrasi di Gresik, Jawa Timur dalam rangka mendukung Jawa Integrated Industrial Port and Estate(JIIPE). Read the rest of this entry »





Repost : Pelindo III to build new fixed cranes in three ports

6 07 2013

Husein Latief

This is their response to the increasing market in some of their branch.

________________________________________________________________________________

State-run port company Pelindo III will construct new fixed cranes worth US$10.75 million in three of its ports in Java, Kalimantan and Nusa Tenggara in a bid to cope with surging traffic.

Pelindo III commercial and business development director Husein Latief said in Jakarta on Friday that the new cranes would be built in its Gresik, East Java, port, Batulicin Port in South Kalimantan and Lembar Port in West Nusa Tenggara.

‚ÄúWe need these cranes because we‚Äôve seen a significant increase in traffic in these ports over the past years due to strong economic growth. The cranes are very important because they have a lot of functions; they can be used to help the loading and unloading of containers, logs and dry bulk goods,‚ÄĚ Husein told The Jakarta Post.

In Lembar Port, for instance, he said that container traffic had risen to 15,188 TEUs (20-foot equivalent units) by the end of 2012, up from 11,566 recorded in the previous year.

The amount of general cargo commodities in the port also increased from 457,785 tons per cubic meter in 2011 to 516,443 tons per¬†cubic meter throughout last year. Read the rest of this entry »





Annual Report PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV

28 05 2013

business-growth

Kemarin-kemarin saya sempat mencari data tentang performa dan fasilitas pelabuhan di Indonesia. Beberapa datanya saya dapatkan dari annual report setiap pelabuhan. Berikut kumpulan annual report pelabuhan Indonesia:

Pelabuhan Indonesia I

Annual report tahun 2009

Annual report tahun 2010

Annual report tahun 2011

Pelabuhan Indonesia II (Indonesia Port Corporation)

Annual report tahun 2008

Annual report tahun 2009 Read the rest of this entry »





Container Volumes Through Indonesia Ports 2009

17 05 2013

The international container business in particular is concentrated in a handful of ports. Approximately 94% of the national total is handled through just five ports; Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, Tanjung Emas, and Panjang. The same five ports also account for nearly 85% of container movements in the domestic trade (OECD, 2012)

Container Volumes Through Indonesia Ports (000 TEU) in 2009indo

Source:

OECD. 2012. Indonesia : Regulatory and Competition Issues in Ports, Rail, and Shipping.

Download disini





Transformasi Indonesia Port Corporation (IPC) part 3

15 04 2013

RJ Lino

Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan memuji R.J. Lino sebagai pemimpin yang sekali langkahnya setara dengan rentang waktu 130 tahun perjalanan Pelabuhan Tanjung Priok.Apa yang dilakukan R.J. Lino hingga kinerja IPC menjadi kinclong? Nucholish M.A. Basyari dari Warta Ekonomi mewawancarai President Director IPC itu di sela-sela ASEAN Global Leadership Program (AGLP) 2012 di Kampus Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) di Beijing, Cina, akhir Oktober silam. Lino bersama dua manajer senior IPC mengikuti program pelatihan bisnis dan manajemen bergengsi itu. Berikut petikan wawancaranya.

 

Target pendapatan perseroan?

Kalau terminal I dan II jadi, revenue kami kurang lebih setahun itu Rp20 triliun. Itu tiga kali dari revenue kami hari ini. Jadi, tiba-tiba, company kita punya aset Rp40 triliun. Sekarang asetnya kurang lebih hanya Rp11 triliun.

 

Bagaimana menjadikan pelabuhan dan industri pelayaran kita sebagai  motor pertumbuhan ekonomi?

Kita men-develop apa yang kita namakan Pendulum Nusantara. Pak Dahlan (Meneg BUMN) sudah bicarakan itu. Kita ingin Pelabuhan Belawan (Sumatera Utara) diperbesar dan diperdalam, Surabaya (Pelabuhan Tanjung Perak) juga. Sehingga kapal-kapal besar dari mulai ukuran 3.000 TEUs bisa masuk. (Kapal-kapal besar) Itu bisa berlayar dari Belawan, Batam, Jakarta, Surabaya, Makassar, sampai Sorong.  Sorong akan kita dorong tahun ini. Kalau digambarkan, jalur tersebut seperti pendulum. Jadi, seperti Anda masuk tol lingkar Jakarta, mau keluar pintu mana pun bayarnya sama. Dengan program pendulum itu, nanti freight dari Jakarta ke Belawan dengan Jakarta ke Sorong kurang lebih sama. Sehingga, orang-orang itu tidak usah bangun pabrik di Jawa. Bangun saja pabrik di luar Jawa, kemudian produknya dijual ke Jawa.

Kalau sekarang, karena dibiarkan, Jawa dengan penduduknya diprediksi mencapai 160 juta, itu secara ekonomis lebih dekat ke Cina ketimbang Belawan atau Makassar. Nah, ini bagaimana caranya supaya itu lebih dekat ke Jawa supaya bisa bersaing.

Selain itu, program pendulum juga untuk tetap mempersatukan wilayah-wilayah kita sebagai bagian dari satu Indonesia. Kalau itu dibiarkan (tanpa ada program pendulum seperti itu), orang-orang Aceh, Papua, bisa berpikir ngapain jadi orang Indonesia. Jual ke Jawa saja enggak bisa (karena mahal ongkos angkutnya).

Konsep pendulum itu, kalau nanti jadi, akan mengurangi biaya angkut. Sehingga jarak Jakarta-Sorong dan wilayah lain lebih dekat ke Jawa sehingga bisa bersaing dengan Cina.

 

Ada gagasan agar kapal asing yang akan masuk ke Indonesia harus ke pelabuhan di luar Jawa karena Pulau Jawa ibarat kamar istri yang tidak boleh dimasuki orang lain?

Saya kira itu keliru, tidak akan bisa berjalan. Tidak akan bisa jadi. Dan, kalaupun itu jadi (diterapkan), akan menjadi mahal kalau dipaksakan begitu. Sekarang ini tidak bisa orang memaksa perusahaan pelayaran. Bisnis itu tidak bisa dipaksakan. Kalau dipaksakan, akan menjadi mahal.

 

Jadi, program Pendulum Nusantara  lebih tepat diterapkan?

Ya,¬†roadmap-nya itu. Makanya, begitu gagasan ini saya bawa ke Pak Dahlan, beliau mengatakan, ‚ÄúPak Lino, ini Andabikin¬†Sumpah Pemuda kedua¬†nih.‚ÄĚ Menyatukan Indonesia.

 

Industri pelayaran nasional tengah memperjuangkan penerapan asas beyond cabotage (pengiriman barang ekspor dengan kapal berbendera Indonesia dan awaknya berkewarganegaraan Indonesia). Menurut Anda?

Itu yang saya dorong. Jangan hanya berhenti di cabotage, setelah itu dianggap selesai. Kita ingin perusahaan pelayaran nasional kita dengan begitu menjadi kuat dan kompetitif. Kalau hanya cabotage, nanti tidak kompetitif.

Supaya mereka kompetitif, dalam kaitannya dengan pelaksanaan beyond cabotage, harus ada kebijakan yang kondusif, seperti menyangkut kredit dan pajak,  supaya mereka punya kondisi yang sama dengan di negara-negara tetangga. Kalau sekarang masih dibiarkan di mana negara-negara tetangga pajaknya bebas,  kita tidak punya posisi bersaing yang sama dengan negara tetangga.

Kebijakan seperti itu penting supaya kalau nanti cabotage itu dibuka, dilepas, pelayaran nasional kita bisa bersaing karena kuat.

Pemerintah tidak boleh berpikir hanya berhenti di asas cabotage. Itu harus diikuti dengan kebijakan-kebijakan yang mendukung guna menciptakan kondisi yang sama dengan yang dialami industri pelayaran di negara-negara lain atau tetangga. Misalnya, soal kebijakan kredit dan pajak. Apalagi kita negara maritim.  Juga tentang galangan kapal.

Sumber: wartaekonomi





Transformasi Indonesia Port Corporation (IPC) part 2

15 04 2013

22035343-tyttyyu

Pelabuhan Kalibaru atau NewPriok menjadi salah satu proyek yang sedang digarap oleh IPC atau Pelabuhan Indonesia II. Pembangunan ini merupakan proyek strategis bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia dan sangat bergengsi bagi IPC. Nucholish M.A. Basyari dari Warta Ekonomi mewawancarai President Director IPC R.J. Lino itu di sela-sela ASEAN Global Leadership Program (AGLP) 2012 di Kampus Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) di Beijing, Cina, akhir Oktober silam. Lino bersama dua manajer senior IPC mengikuti program pelatihan bisnis dan manajemen bergengsi itu. Berikut petikan wawancaranya.

 

Mengenai pembangunan Pelabuhan Kalibaru, bagaimana rencana pembiayaannya?

Proyek itu saya bagi dua. Yang infrastruktur akan kita biayai sendiri. Investasinya kurang lebih Rp12 triliun atau US$1,2 miliar. Biaya sendiri maksud saya begini: ada bagian yang kita pakai¬†equity¬†dan ada bagian yang kita¬†raise fund¬†dari bank. Strukturnya begini: itu kurang lebih¬†equity¬†kita 22%‚Äď25%, kemudian 30%¬†advance payment¬†dari¬†operating companyyang akan jual¬†share-nya 45%. Jadi, mereka begitu terpilih harus bayar masing-masing sekitar US$75 juta. Sehingga, 30% dananya bisa kita biayai dari¬†advance payment¬†operating company. Jadi, yang kita pinjam‚ÄĒbisa dari bank, dari obligasi, dari luar‚ÄĒitu kurang lebih sekitar 45%. Itu yang¬†external financing.¬†¬†Seizing-nya yang dari¬†equity¬†kan hanya 22% dari US$1,2 miliar atau Rp12 triliun tadi. Jadi, kurang lebih sekitar Rp2,6 triliun. Itu yang akan kita biayai dari¬†equity. Yang lainnya dari¬†project financing.

Untuk alat-alat, itu semua dari operating company. Mereka mesti investasi dari awal.

 

Bagaimana pola kerja sama dengan operating company?

Nanti mereka gabung dengan operating company kita. Mereka 49% share, saya (PT Pelindo II) 51% share. Itu untuk mendapatkan hak mengoperasikan terminal sampai 25 tahun. Mengapa saya buat begitu? Kalau sekarang IPC disuruh mengoperasikan terminal, itu pasti pelayanannya tidak sama dengan yang world class karena kita tidak pernah mengoperasikan seperti itu sebenarnya. Dan, saya tidak mau rakyat dikorbankan. Kalau kita operasikan sendiri, itu jauh lebih untung karena itu captive market. Tetapi kita mengorbankan masyarakat. Tidak boleh.

Jadi, saya katakan, tahap satu kita gabung dengan orang lain. Tetapi nanti tahap dua, kita  bisa investasi dan operasikan sendiri.

Ada sisi lain yang saya juga lihat. Saya (Pelindo II) kan punya kontrak dengan pemerintah 70 tahun ditambah 25 tahun perpanjangan. Saya perlu jaminan bahwa kontrak itu betul-betul dilaksanakan sesuai dengan konsesi itu. Mesti ada yangjagain. Yang jagain ya lima perusahaan asing (operating company) yang besar-besar tadi. Sehingga, tidak mungkin negara mengubah karena bisa diprotes oleh mereka.

Lima perusahaan asing itu akan mengoperasikan tiga operator terminal kontainer dan dua operator terminal BBM. Oleh karena mereka ikut investasi di situ,  kan mereka ingin yakin bahwa konsesi ini tidak diubah-ubah. Kita tahu kan, di negeri kita ini kadang-kadang konsistensi di aturan tidak ada. Karena itu, kita harus jaga,  dan menjaganya dengan cara begitu.

 

Lima operating company itu siapa saja?

Kita masih akan tenderkan secara internasional.

 

Pelabuhan Kalibaru itu targetnya akan seperti apa?

Sama seperti pelabuhan di seluruh dunia dengan world class facility. Pelayanannya akan sama dengan yang di Singapura, Hong Kong, Rotterdam.

Dalam dua tahun ini berturut-turut, salah satu terminal kita (Tanjung Priok) menjadi The Best Container Terminal di Asialho.

 

Kapasitasnya bagaimana?

Tahap I itu 4,5 juta TEUs. Kalau ditambah dengan tahap II, semuanya 13 juta TEUs. Sekarang ini saja sudah 7,5 juta TEUs. Kita men-develop untuk 13 juta TEUs. Cengkareng itu (Bandara Soekarno-Hatta) sudah 52 juta penumpang, yang di-develop hanya untuk 60 juta. Tetapi belum sempat selesai, itu sudah lewat lagi kapasitasnya. Kalau membuat apa-apa itu jangan begitu berpikirnya.

 

PT Pelindo II juga akan membangun jalan tol. Bisa Anda jelaskan?

Jalan itu kan mulanya kami hanya mau bangun yang sekitar 7 km yang Pak Dahlan teken itu kan. Itu tersambung dengan jalan tol Cakung-Cikarang. Tetapi setelah saya lihat, ini jalan tol Cakung-Cikarang sudah ada investornya dari Malaysiaenggak dikerja-kerjain sudah 10 tahun. Nanti kalau saya (jalan yang 7 km itu) jadi, ini (tol Cakung-Cikarang) enggak jadi, bagaimana?

Dua minggu lalu saya jual ide ke Pak Dahlan. Saya¬†bilang, ‚ÄúPak, bagaimana kalau saya bangun jalan khusus sepanjang 50 km dari Kalibaru itu langsung sampai di Karawang? Tapi jalan itu hanya khusus untuk truk yang ke pelabuhan. Yang bukan ke pelabuhan¬†enggak¬†boleh.‚ÄĚ

Sekarang ini, kalau dari Cikarang kirim ke Priok paling satu hari cuma satu rit. Ongkosnya Rp2 juta. Kalau saya bangun jalan khusus begini, bisa 5‚Äď6 kali satu hari. Ongkosnya tinggal Rp400.000. Kalau kemudian lewat jalan khusus ini dan casnya Rp200.000, jadi Rp600.000. Masih sepertiganya dari yang Rp2 juta itu. Orang masih mau, kan?

 

Perkembangan proyek jalan khusus ini sejauh mana?

Secara lisan semua sudah setuju. Presiden setuju, Menteri PU (Pekerjaan Umum) sudah setuju. Ini tinggal formalitasnya yang masih kami kerjakan.

 

Kapan proyek jalan tol khusus itu mulai jalan?

Saya harapkan triwulan kedua tahun depan sudah bisa mulai. Menurut saya, persiapan untuk menggarap proyek jalan khusus itu lebih gampang daripada proyek Kalibaru. Karena, Kalibaru itu kan perangnya macam-macam. Banyak orang yang tidak suka Kalibaru dibangun. Negara tetangga juga tidak suka itu dibangun. Karena kalau Priok (Kalibaru) mau dibangun, investor berdatangan ke Indonesia. Mereka juga kan tidak mau. Kita kan, susahnya, 70% ekspor-impor lewat Priok. Jadi, kalau mau investor tidak datang ke Indonesia, tidak usah dibangun Priok. Itu rumit sekali.

 

Maksud Anda?

Kalau nanti Kalibaru (Priok) selesai dibangun, arus ekspor-impor kan makin gampang. Untuk negara tetangga, supaya investor tidak masuk ke Indonesia,  jangan bangun Priok. Banyak cara orang untuk memblokir proyek Kalibaru itu. Macam-macam.


Perkembangan proyek Kalibaru itu sendiri sudah sejauh mana?

Untuk Kalibaru, saya sudah kontrak dengan PT PP (Persero) selaku pemenang tender. Sekarang sedang persiapan-persiapan di lapangan. Mungkin awal Desember sudah mulai. Kalau groundbreaking kan bagaimana Presiden-lah.

 

Ada yang menyebut anggaran sekitar Rp40 triliun. Itu untuk proyek mana?

Yang US$2,5 miliar atau kurang lebih Rp22 triliun itu tahap I, Rp12 triliun di antaranya untuk infrastruktur yang saya katakan tadi. Dan, itu sudah kontrak (dengan PT PP). Tahap II Rp15 triliun.

Nanti begitu saya seleksi yang lima operating company itu, merekalah yang membangun jalan tol yang 7 km itu dan menyediakan peralatan.

Untuk Tahap II, kami akan bangun empat terminal kontainer lagi. Itu mungkin sekitar tahun 2018. Sekarang Tahap I dulu.(BERSAMBUNG)

Sumber: wartaekonomi








Visi Maritim

Laut adalah Penghubung, bukan Pemisah

daydreamer's diary

Just another WordPress.com weblog

Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Manda Riyanto

Pengetahuan adalah kekuatan

mylongjourney's Weblog

Just another WordPress.com weblog written by young energic boy

Renovatio

"The closer you look, the less you will see"

Grow up proper

A raw view on life

What Happened to the Portcullis?

An independent view on developments affecting Customs & Trade in sub-Saharan Africa

faisal basri

wear the robes of fire

maharsi c. anindhito

mari nikmati hidup. enjoy!

Lord Ubay's Blog

Anda yang menilai

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

Blog Kemaren Siang

Wajah baru kemaren sore

Luckydc's Blog

It's Not How You Started Things, It's How You Decided To End Them

aa_fuady

catatan yang terserak

OomCakra's Blog

Just another WordPress.com weblog

Menghias Hari, Mengukir Sejarah, Menjaga Masa Depan

Ketika sadar menjadikan kita tersesat, langkah menghabiskan energi kita dan cinta membuat kita terus melangkah. Karena cinta, mengubah jalan berduri, menjadi kekuatan di hati

lequoaila

nothing personal, it's just my mind..

Sony S Wibowo

Just another Sony's weblog