Repost : New Priok Port, Impian Indonesia yang Segera Terwujud

15 07 2013

Ini merupakan repost dari thread di forum kaskus dengan judul yang sama by ID : Reepost. Artikel dan threadnya cukup informatif dan menarik untuk disimak.

Kaskus : New Priok Port, Impian Indonesia yang Segera Terwujud

________________________________________________________________________________________

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia dan gerbang masuk dan keluar barang2 yang ada di Indonesia. Namun seperti yang diberitakan akhir-akhir ini, Tanjung Priok sudah mencapai titik kapasitas maksimumnya sehingga mengakibatkan pelayanan bongkar muat barang memerlukan waktu 9 hari (waktu ideal 3 hari) dan kemacetan luar biasa.

Berikut ini sekilas mengenai posisi Tanjung Priok saat ini :

Read the rest of this entry »

Advertisements




Repost : Peliknya Tanjung Priok

11 07 2013

Banyak yang bilang bahwa Pelindo yang diuntungkan oleh kongesti di pelabuhan karena biaya penyimpanan barang. Saya rasa ini kurang tepat, dan RJ Lino menyampaikannya dengan cukup gamblang di artikel ini. Sejauh yang saya tahu juga, pendapatan utama operator pelabuhan memang dari jasa bongkar muat, jadi semakin tinggi throughput atau kontainer yang datang, operator semakin diuntungkan. Jika terjadi kongesti, dwelling time akan meningkat pesat dan mengakibatkan throughput kontainer menurun dengan signifikan. Jadi, kalau bicara soal kerugian, potential loss yang harus di tanggung oleh operator pelabuhan juga besar. Akhirnya, memang dibutuhkan kerelaan dari setiap stakeholder di pelabuhan untuk melepas ego masing-masing institusi supaya maslah kongesti di pelabuhan ini dapat teratasi.

_______________________________________________________________________________________

Proyek tol akses ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang belum selesai pengerjaannya, Jumat (31/5/2013). Pembangunan tol tersebut menyebabkan tersendatnya arus kendaraan. Kemacetan juga berdampak pada penurunan arus keluar masuk truk di Pelabuhan, dari rata-rata sebanyak 320 truk/jam menjadi hanya 280 truk/jam. | KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Proyek tol akses ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang belum selesai pengerjaannya, Jumat (31/5/2013). Pembangunan tol tersebut menyebabkan tersendatnya arus kendaraan. Kemacetan juga berdampak pada penurunan arus keluar masuk truk di Pelabuhan, dari rata-rata sebanyak 320 truk/jam menjadi hanya 280 truk/jam. | KOMPAS/HERU SRI KUMORO

KOMPAS.com – Persoalan kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok tidak selesai juga. Pelabuhan terbesar di Indonesia ini berulang kali didera persoalan kemacetan. Tidak hanya kemacetan di jalan raya, tetapi juga kemacetan di pelabuhan.

Sejak pekan lalu, Pelabuhan Tanjung Priok yang menampung 65 persen kegiatan ekspor impor mengalami kemacetan akut. Kali ini kemacetan pada arus peti kemas. Ribuan peti kemas menumpuk, sedangkan ribuan lainnya terus berdatangan. Dampak dari pertumbuhan ekonomi cukup tinggi. Read the rest of this entry »





Memantau Kondisi Pelabuhan Tanjung Priok Lewat CCTV

29 05 2013

5041168p

Harus di akui bahwa sistem logistik di pelabuhan Tanjung Priok masih memerlukan banyak pembenahan. Traffic jam pun sering kali terjadi di dalam maupun luar pelabuhan. Bagi anda yang mempunyai kepentingan di dalam maupun sekitar area pelabuhan, mungkin ada baiknya memantau terlebih dahulu kondisi lalu lintas disana sehingga bisa terbebas dari kemungkinan terjebak berjam-jam di dalamnya. Kondisi lau lintas dan kegiatan di pelabuhan Tanjung Priok bisa di lihat link berikut ini:

CCTV Pelabuhan Tanjung Priok

969587_10200761890241273_356806299_nTraffic jam di dalam pelabuhan pada saat jam sibuk





MP3EI dan Pendulum Nusantara

13 04 2013

mp3eiSumber: MP3EI

Saat ini pelabuhan terbesar di Indonesia hanya berperan sebagai regional hub. Dengan potensi Indonesia yang begitu besar, seharusnya pelabuhan di Indonesia bisa jauh lebih besar. Setidaknya cukup besar untuk menjadi Pelabuhan Regional Utama dengan mempertimbangkan bahwa Indonesia memiliki letak yang strategis dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

mp3ei2Sumber: MP3EI

inter

Sumber: RJ Lino, Ports Unity Indonesia

Salah satu penghambat kemajuan Indonesia adalah masalah konektivitas. Dibutuhkan suatu sistem konektivitas yang efektif dan efisien untuk menunjang pembangunan negeri ini. Hal ini pula lah yang mendasari gagasan tentang Pendulum Nusantara yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia dalam suatu koridor untuk menurunkan biaya logistik sehingga daya saing nasional meningkat, seperti yang dikatakan Hafida Fahmiasari di dalam blognya:

There is imbalance in inter-island competitiveness. As result the price in Java and Sumatera is much cheaper than in Sulawesi, furthermore in Papua. We can have very cheap beef in Java but the beef is rare for food in Papua. The Mandarin orange is cheaper than Pontianak orange.
Why does it happen?

The answer is the high logistics price in Indonesia. There are inequalities of trade flow between each island. Which is caused by the partiality readiness in provide the infrastucture for trade. As example, Indonesia biggest container port is in Tanjung Priok, Jakarta. Tanjung Priok has lot of traffic flows to other ports in Indonesia and also to international port such as Singapore, Rotterdam, Shanghai, which in Sorong Port, it has nothing special.

Picture2

Sumber: http://hafidafhmsr.blogspot.nl

 

Notes:

Download MP3EI disini

Artikel menarik tentang pendulum nusantara disini.

Presentasi RJ Lino, Ports Unity Indonesia disini (credit to http://hendriyono.wordpress.com)





Wilayah Operasi PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV

12 04 2013

PT Pelabuhan Indonesia I

pe1

PT Pelabuhan Indonesia II (Indonesia Port Corporation)

pe2

PT Pelabuhan Indonesia III

pe3

PT Pelabuhan Indonesia IV

pe4

Sumber: Laporan Tahunan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV





Konsesi Pelabuhan Kalibaru (New Priok Port)

22 03 2013

175831_newpriok

Kuantitas perdagangan dan kualitas pelabuhan yang terus meningkat telah membuat throughput kontainer ti pelabuhan Tanjung Priok meningkat pesat. Peringkat pelabuhan ini pun mulai merangkak naik sehingga mampu meraih peringkat ke 24 di Top World Container Ports versi World Shipping Council tahun 2012. Akan tetapi peningkatan throughput ini juga mulai menyebabkan kongesti di pelabuhan dan harus segera dilakukan ekspansi untuk memfasilitasi hal tersebut. Pilihan untuk ekspansi ada 2, ke arah darat atau ke arah laut. Sepertinya dengan mempertimbangkan sulitnya proses pembebasan lahan di Indonesia dan masalah politik di dalamnya, akhirnya diputuskan untuk membangun pelabuhan baru dengan mereklamasi laut di daerah Kalibaru.

Pada awalnya mungkin banyak orang yang meragukan proyek ini, padahal terbangunnya pelabuhan ini dapat membuat ekonomi Indonesia lebih maju dan biaya logistik semakin murah. Akhirnya dengan persiapan kurang lebih 2.5 tahun, proyek ini berhasil terlaksana. Hal ini termasuk prestasi luar biasa mengingat untuk membangun proyek Maasvlakte 2 saja, Port of Rotterdam membutuhkan waktu persiapan sekitar 10 tahun sebelum memulai pelaksanaan konstruksinya. Lantas siapa yang akan mengoperasikan pelabuhan Kalibaru ini? Dengan proyek sebesar itu yakin lapangannya akan terisi penuh? Ternyata setelah dilakukan proses tender untuk konsesi pelabuhan, banyak sekali operator internasional yang menaruh minat pada proyek ini. Operator-operator tersebut tentu sangat berkualitas, berbeda jauh dengan kualitas operator lokal saat ini. Masalah operator beres, lantas bagaimana dengan throughputnya? ada jaminan kapal mau datang ke Priok? Untuk menjawab pertanyaan ini, Direktur Utama IPC, RJ Lino, memiliki solusi cerdas. Dengan menetapkan persyaratan bahwa untuk mengikuti tender operator pelabuhan, setiap calon operator harus membawa kapal berukuran besar dengan kapasitas 8000 TEUS dengan kedalaman 16 meter, maka persoalan ini dapat teratasi dan tentunya dengan kapal yang besar biaya logistik pasti turun. Brilliant!

Dengan menggunakan metode kerja sama melalui konsesi pelabuhan dengan operator internasional dan jaminan kedatangan kapal besar, maka saya cukup yakin bahwa biaya besar yang digunakan untuk membangun Pelabuhan kalibaru tahap 1 akan mencapai break even point dalam waktu yang cukup pendek. Apabila proyek tahap 1 ini sudah terlaksana dengan baik, maka pembangunan tahap selanjutnya tidak akan menjadi masalah besar dalam hal finansial mengingat banyak pihak yang tertarik untuk membiayai.








Visi Maritim

Laut adalah Penghubung, bukan Pemisah

daydreamer's diary

Just another WordPress.com weblog

Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Manda Riyanto

Pengetahuan adalah kekuatan

mylongjourney's Weblog

Just another WordPress.com weblog written by young energic boy

Renovatio

"The closer you look, the less you will see"

Grow up proper

A raw view on life

What Happened to the Portcullis?

An independent view on developments affecting Customs & Trade in sub-Saharan Africa

faisal basri

wear the robes of fire

maharsi c. anindhito

mari nikmati hidup. enjoy!

Lord Ubay's Blog

Anda yang menilai

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

Blog Kemaren Siang

Wajah baru kemaren sore

Luckydc's Blog

It's Not How You Started Things, It's How You Decided To End Them

aa_fuady

catatan yang terserak

OomCakra's Blog

Just another WordPress.com weblog

Menghias Hari, Mengukir Sejarah, Menjaga Masa Depan

Ketika sadar menjadikan kita tersesat, langkah menghabiskan energi kita dan cinta membuat kita terus melangkah. Karena cinta, mengubah jalan berduri, menjadi kekuatan di hati

lequoaila

nothing personal, it's just my mind..

Sony S Wibowo

Just another Sony's weblog