Ancaman Stagnasi Priok : Customs Clearance 11 Hari

5 07 2013

Ini adalah repost dari tulisan yang dibuat oleh Bastanul Siregar di harian Bisnis Indonesia, 3 Juli 2013. Stagnasi di Priok ini memang sudah dikhawatirkan oleh RJ Lino sejak beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi, sulitnya birokrasi antar lembaga menjadi salah satu penghambat dari proses perbaikan pelabuhan ini, baik itu untuk proses ekspansi maupun optimasi kapasitas di pelabuhan. Sebagai contoh, menurut pengakuan humas dari Port of Rotterdam, customs disana sangat berkontribusi terhadap performa pelabuhan secara keseluruhan dengan memberikan jaminan waktu pelayanan yang relatif singkat. Menurut Logistic Performance Index dari World Bank tahun 2012, Indonesia berada di peringkat 59, jauh tertinggal dari Singapore di peringkat 1 dan Malaysia di peringkat 29.  Jika ditilik lebih lanjut, kelemahan utama Indonesia berada di customs dan infrastructure. Saat ini, permasalahan infrastruktur, terutama di pelabuhan, sedang dicoba untuk diatasi. Semoga dalam waktu dekat, performa customs juga dapat ditingkatkan mengingat sebagian besar ini hanya masalah performa internal yang butuh gebrakan dari seorang pemimpin yang visioner. Semoga permasalahan stagnasi Priok ini dapat diselesaikan secepat mungkin.

LPI

_______________________________________________________________________________________

JAKARTA—Waktu tunggu kontainer atau dwelling time jalur merah di Pelabuhan Tanjung Priok pada (customs clearance) tahap pemeriksaan pabean ernyata memakan porsi jauh lebih tinggi dari sebelum (pre-clearance) dan setelah (post-clearance).

Customs

Data yang diperoleh Bisnis mengungkapkan dalam periode Januari-April, dwelling time pada tahap  pre-clearance dan  post-clearance, yang bukan menjadi domain Ditjen Bea dan Cukai (BC), masing-masing hanya menghabiskan waktu 5,3 hari dan 0,9 hari.

Sementara itu, dwelling time pada tahap customs clearance, yang merupakan domain Ditjen BC, memakan waktu 11,3 hari. Apabila dirinci, dari 11,3 hari itu, porsi terbesar berasal dari tahap penjaluran sampai kesiapan barang. Sisanya tahap kesiapan barang sampai SPPB.

(Lihat ilustrasi)

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar yang dikonfirmasi tentang data itu tidak membantah atau membenarkan. Namun, berdasar lokasi kontainer, dwelling time selama Juni di Terminal JICT 8 hari, Terminal Koja 8,5 hari. “Itu di luar jalur merah yang masuk area behandel,” katanya, Selasa (2/7).

Sebelumnya, Dirjen BC Agung Kus wandono mengklaim dari total dwelling time, otoritas pabean hanya mengambil rata-rata 1,1 hari. Sisanya di ambil 18 entitas lain. “Kalau dibilang dwelling time tinggi, tinggal dicari pada titik mana yang tinggi.  Customs itu cuma 18%, jadi cuma 1,1 hari. Kalau dibilang 10 hari, berarti pre dan post customs yang harus dibedah.”

Dihubungi tadi malam, Kepala Bidang Bim bingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Kan tor Pelayanan Utama BC Tanjung Priok Finari Manan mengonfirmasi data dwelling time jalur merah di Tanjung Priok itu.

“Iya benar itu data sampai April. Nah, itu dibulan Mei ada kenaikan, untuk yang Juni masih kami rekap. Tapi perlu dipahami, dwelling time dalam customs clearance itu ada kontribusi instansi lain, bukan kami saja,” kata nya.

Finari mengatakan pada customs clearance, proses kepabeanan memang sudah dimulai sejak tahap penjaluran. Namun, saat barang ditarik dari tempat penimbunan sementara ke wilayah behandel atau menuju tahap kesiapan barang, yang lebih berperan instansi lain

LAPOR OMBUDSMAN

Ketua Umum Dewan Peng guna Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengatakan pe  kan ini Depa lindo akan mengadukan buruknya kualitas layanan jalur merah pabean Tanjung Priok ke Ombudsman RI. Dia juga berharap Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan turun ke lapangan dan langsung menanyakan kondisi sebenarnya pada para importir.

“Silakan tanya kapan tanggal LHP dan kapan tanggal respons PFPD. Itu selisih waktunya tanggung jawab siapa? Proses pabean yang 1,1 hari itu jalur merah yang mana?”

Ekonom-politisi Dradjad H. Wibowo. mengatakan tidak sepantasnya Kemenkeu mengeluh kan lemahnya kerja sama dengan instansi lain karena seharusnya Ditjen BC berperan sebagai ujung tombak sekaligus kapten.

“Tidak betul juga jika dikatakan Ditjen BC hanya perlu 1 hari menyelesaikan tugasnya dalam keseluruhan rangkaian dwelling time ini, sementara sisanya 10-20 hari tanggung jawab kementerian lain. Itu tidak masuk akal.”

Dradjad mengusulkan agar Kemenkeu menerapkan dwelling time sebagai salah satu tolok ukur utama kinerja di Ditjen BC, lalu diperkuat dengan menerbitkan perlindung an hukum agar aparat tidak ragu melaksanakannya.

“Negara sudah investasi triliunan untuk memodernisasi peralatan dan teknologi di Ditjen BC. Jangan sampai semua itu sia-sia karena birokrasi yang lamban dan lebih suka saling menyalahkan,” katanya.

Oleh: Bastanul Siregar < bastanul.siregar@bisnis.co.id >

Sumber : Bisnis Indonesia

Sumber : World Bank


Actions

Information

One response

12 07 2013
Seberapa Besar Pengaruh Dwell Time Terhadap Operasi Pelabuhan? | thestoryofwardana

[…] lanjuti artikel ini, ini, dan ini, saya ingin mencoba membuat kalkulasi sederhana tentang efek dari dwell time terhadap throughput […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Visi Maritim

Laut adalah Penghubung, bukan Pemisah

daydreamer's diary

Just another WordPress.com weblog

Substansi

Ingin jadi sastrawan dan wartawan, malah nyasar jadi dosen ITB

Manda Riyanto

Pengetahuan adalah kekuatan

mylongjourney's Weblog

Just another WordPress.com weblog written by young energic boy

Renovatio

"The closer you look, the less you will see"

Grow up proper

A raw view on life

What Happened to the Portcullis?

An independent view on developments affecting Customs & Trade in sub-Saharan Africa

faisal basri

wear the robes of fire

maharsi c. anindhito

mari nikmati hidup. enjoy!

Lord Ubay's Blog

Anda yang menilai

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

Blog Kemaren Siang

Wajah baru kemaren sore

Luckydc's Blog

It's Not How You Started Things, It's How You Decided To End Them

aa_fuady

catatan yang terserak

OomCakra's Blog

Just another WordPress.com weblog

Menghias Hari, Mengukir Sejarah, Menjaga Masa Depan

Ketika sadar menjadikan kita tersesat, langkah menghabiskan energi kita dan cinta membuat kita terus melangkah. Karena cinta, mengubah jalan berduri, menjadi kekuatan di hati

lequoaila

nothing personal, it's just my mind..

Sony S Wibowo

Just another Sony's weblog

%d bloggers like this: