Coal Handling System

24 07 2013





Lamong Bay Multipurpose Terminal Project

15 07 2013





Seberapa Besar Pengaruh Dwell Time Terhadap Operasi Pelabuhan?

11 07 2013

Menindak lanjuti artikel iniini, dan ini, saya ingin mencoba membuat kalkulasi sederhana tentang efek dari dwell time terhadap throughput pelabuhan. Seperti dijabarkan dari artikel ini, throughput dari pelabuhan tergantung dari kunjungan kontainer ke pelabuhan setiap tahunnya (Container visits per year); dan dwell time merupakan salah satu komponen untuk memperkirakan container visits per year ini. Dari perhitungan sederhana ini dan kriteria di dalamnya, bisa kita lihat bahwa peningkatan dwell time dari  4 hari menjadi 9 hari, dapat menurunkan container visits per year sampai dengan 55.6%. Tentunya hal ini sangat merugikan perekonomian Indonesia. Maka tidak heran, untuk mencapai level throughput yang sama dengan kondisi dwell time saat ini, operator pelabuhan terpaksa mencari lahan di sana sini untuk menampung kontainer (ground slots). Tapi seperti yang kita tahu, mencari lahan tak terpakai di jakarta,khususnya di Priok itu sangat susah dan mahal sekali. Jadi, lebih pilih mana sebagai solusinya, menurunkan dwell time atau menambah kapasitas? Tapi, sekali lagi saya tekankan bahwa ini hanya perhitungan sederhana dengan pengetahuan saya yang terbatas, jadi mohon dikoreksi kalau salah.

Dwell time

Sebagai tambahan, definisi dwell time dan pengaruhnya terhadap operasi terminal bisa dilihat di artikel ini





Ancaman Stagnasi Priok : Customs Clearance 11 Hari

5 07 2013

Ini adalah repost dari tulisan yang dibuat oleh Bastanul Siregar di harian Bisnis Indonesia, 3 Juli 2013. Stagnasi di Priok ini memang sudah dikhawatirkan oleh RJ Lino sejak beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi, sulitnya birokrasi antar lembaga menjadi salah satu penghambat dari proses perbaikan pelabuhan ini, baik itu untuk proses ekspansi maupun optimasi kapasitas di pelabuhan. Sebagai contoh, menurut pengakuan humas dari Port of Rotterdam, customs disana sangat berkontribusi terhadap performa pelabuhan secara keseluruhan dengan memberikan jaminan waktu pelayanan yang relatif singkat. Menurut Logistic Performance Index dari World Bank tahun 2012, Indonesia berada di peringkat 59, jauh tertinggal dari Singapore di peringkat 1 dan Malaysia di peringkat 29.  Jika ditilik lebih lanjut, kelemahan utama Indonesia berada di customs dan infrastructure. Saat ini, permasalahan infrastruktur, terutama di pelabuhan, sedang dicoba untuk diatasi. Semoga dalam waktu dekat, performa customs juga dapat ditingkatkan mengingat sebagian besar ini hanya masalah performa internal yang butuh gebrakan dari seorang pemimpin yang visioner. Semoga permasalahan stagnasi Priok ini dapat diselesaikan secepat mungkin.

LPI

_______________________________________________________________________________________

JAKARTA—Waktu tunggu kontainer atau dwelling time jalur merah di Pelabuhan Tanjung Priok pada (customs clearance) tahap pemeriksaan pabean ernyata memakan porsi jauh lebih tinggi dari sebelum (pre-clearance) dan setelah (post-clearance).

Customs

Data yang diperoleh Bisnis mengungkapkan dalam periode Januari-April, dwelling time pada tahap  pre-clearance dan  post-clearance, yang bukan menjadi domain Ditjen Bea dan Cukai (BC), masing-masing hanya menghabiskan waktu 5,3 hari dan 0,9 hari.

Sementara itu, dwelling time pada tahap customs clearance, yang merupakan domain Ditjen BC, memakan waktu 11,3 hari. Apabila dirinci, dari 11,3 hari itu, porsi terbesar berasal dari tahap penjaluran sampai kesiapan barang. Sisanya tahap kesiapan barang sampai SPPB. Read the rest of this entry »





The Definition of Container Visit, Move, and Handling in Practice

30 05 2013

visitvisit 2

The calculation of TEU factor





Container Flows Through a Terminal

6 05 2013

sdf





Pemeras Berseragam di Pelabuhan Tanjung Priok

3 05 2013

Menggelitik memang, namun mau tidak mau harus kita akui, inilah potret buram pelabuhan kita saat ini. Semoga suatu saat praktek gelap ini bisa dihapuskan.

__________________________________________________________________________________________

stopp

Sumber: www.Merdeka.com
Reporter : Arbi Sumandoyo

Terik matahari Senin siang lalu begitu menyengat kulit di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. Deru mesin truk tronton bercampur kepulan debu menjadi pemandangan lazim.

Namun ada yang aneh namun dianggap lumrah, yakni pungutan haram di Jakarta International Container Terminal (JICT). Dari luar, hak itu tidak terlihat. Tapi di balik pintu gerbang, seorang satpam berpakaian serba putih tanpa malu menerima recehan Rp 2 ribu dari sopir keluar-masuk terminal untuk bongkar muat kontainer.

Kian ke dalam, sopir truk mesti merogoh lagi Rp 2 ribu buat suap timbangan. Kali ini penerimanya adalah pegawai JICT berseragam kuning gading. “Sampai saat ini pungutan liar hal lumrah di pelabuhan, dua pos Rp 4 ribu,” kata Sahat (42 tahun), sopir jasa transportasi peti kemas saat ditemui merdeka.com di Tanjung Priok, Senin lalu.

Melintas di pos itu, para sopir memang wajib menyediakan uang receh bagi pegawai JICT berseragam lengkap tapi berlagak seperti pengemis. Meski ada satu pos tidak perlu mengeluarkan fulus karena cukup menempelkan kartu di alat pemindai, namun rupiah harus disiapkan untuk masuk ke dalam area penumpukan barang. Ini tempat penumpukan peti kemas impor.

Truk-truk itu kemudian antre menunggu giliran. Seorang operator tanggo terlihat nangkring di ketinggian 50 meter sambil memegang kemudi untuk mengarahkan alat pengangkut kontainer. Tanggo biasa disebut para sopir sebagai alat berat untuk memindahkan kontainer di tempat penumpukan. Ada 80 blok di penampungan JICT berisi ratusan kontainer setinggi empat tumpuk dari berbagai perusahaan.

Jika ingin cepat diangkut, sopir harus menaruh Read the rest of this entry »





Handling and Working Method Improvement in Port

14 04 2013

h1h2h3h4

Sumber: RJ Lino, TransPORTing Light To The Nation





Bisnis Pengerukan Indonesia

13 04 2013

Artikel sebelumnya berbicara mengenai bisnis pengerukan di dunia. Pembahasan kali ini lebih kepada bisnis pengerukan di Indonesia itu sendiri, terutama dari sisi BUMN pengerukan (PT Pengerukan Indonesia).

rukindo3

Dapat dilihat bahwa proyek proyek pengerukan, terutama maintenance dredging, berada di wilayah Pelabuhan Indonesia 1, 2, dan 3. Dengan banyaknya pelabuhan di dalam negeri, pengerukan rutin, dan mahalnya biaya transportasi kapal keruk dari luar negeri, saya kira PT Pengerukan Indonesia mempunyai market yang stabil. Hanya saja jika melihat dari performa saat ini, perusahaan ini wajib berhati-hati apabila suatu saat ada perusahaan asing yang melihat potensi ini dan mendirikan perusahaan sejenis di Indonesia dengan peralatan lebih modern dan SDM yang lebih mumpuni. Untuk itu, sudah saatnya PT Pengerukan Indonesia berbenah dengan memodernisasi alat dan meningkatkan kualitas SDM untuk mencapai service level yang lebih baik. Dengan service level yang lebih baik, tentunya akan berdampak pada profit yang didapatkan.

rukindo4

rukindo2

Dari grafik diatas, ditegaskan bahwa memang PT Pelabuhan Indonesia lah yang merupakan pangsa pasar utama. Akan tetapi perusahaan ini juga harus berhati-hati dalam memutuskan untuk menyewakan alat produksi ke luar negeri supaya tidak mengganggu proyek utama di dalam negeri yang bernilai kontrak cukup besar. Hal ini didasarkan pada terbatasnya ketersediaan alat produksi (karena proses pemeliharaan atau penyewaan alat ke pihak luar). Berikut data alat produksi yang dimiliki oleh PT Pengerukan Indonesia:

rukindo

Sumber gambar dan tabel : Laporan Tahunan PT Pengerukan Indonesia tahun 2011





Dredging Business Potential (Especially for PT Pengerukan Indonesia)

11 04 2013

After doing some research with my friend, Kristina Voss, for the assignment in the class, I began to realize that dredging business is very big and potential business while there are only few players in the market. With this kind of market, I wonder why is our local stated own company such as PT Pegerukan Indonesia (PT Rukindo) is struggling to have a profit? There should be something wrong with the company and I hope they can get better after joining the Indonesia Port Corporation to becomes one of its subsidiary companies.

Turnover Global Dredging Market

turnover dredging

Source: International Association of Dredging Companies

How profitable is the dredging business? You can see the graph above, it is clearly that this business play a  more and more important role in the maritime business with its stunning turnover of € 10,820 Million in 2010.

Growth Opportunity

There is a high growth potential for dredging around the globe due to the development of ports, oil & gas exploration and the need for land reclamation & coastal protection.

turnover dredging 2

Source: Royal Boskalis Westminster N.V. (2012)

Type of Dredging Ships

There are many obstacles to handle in order to create an optimum ship such as water and wave resistance, specific gravity of water, gravity, air pressure for engine performance, wind resistance, and many more. Due to the diversity of dredging activities the dredging vessel vary a lot in design, as well.

turnover dredging 3

Source: Royal Boskalis Westminster N.V. – Financials and Business Case presentation

A Trailing Suction Hopper Dredge (TSHD) ship is the most favorable ship, if the soil is suitable and the area is large, because this type of ship can almost do every dredging work while coping with the challenges which come from specific gravity of soil and salt water. After dredging the seabed, the dredge material consisting of soil or sand with salt water will be detained in the hopper of the ship. The bigger the specific gravity of the soil, the lesser material can be held in the hopper.

dredge

The Specification of one of the largest TSHD ships in the world, Queen of The Netherlands from Boskalis

Source: http://www.dredgers.nl/

TSHD Ships in the World

turnover dredging 4

Source: http://www.dredgers.nl/ (Own Design)

Different from any other commercial ships, there is limitation for Economic of Scale Principle to Dredging ship, especially for TSHD. As it can be seen in the graph, the growth of the dredging ship with hopper capacity below 5000 m3 is stable. The reason behind this is mainly because the geographical limitation. Every port need to be dredged but not all of them have sufficient draught or channel and turning basin dimension for large dredging ship.

turnover dredging 5

Source: http://www.dredgers.nl/ (Own Design)

As it can be seen in the graph, the length overall (LoA) of the TSHD ships have a tendency not to exceed 250 m due to port limitations (basin, channel, draught, etc) and optimum dimension of the ship. This trend is likely continue in the future. For the same reason, most of the TSHD ships have a hopper capacity under 1000 m3 as depicted in the graph.

How about the ships that owned by PT Pengerukan Indonesia? The largest ships they owned is Bali II and Aru II with hopper capacity 5000 m3. However, as far as I know, for some reasons, the most frequent ships they that they used is the ones that have capacity 4000 m3 and below. I believe that modernization of production tools and corporate restructurization will bring back the company to its glorious days.

dred

Source: http://www.rukindo.co.id/

Key Market Segments

turnover dredging 6

Source: Royal Boskalis Westminster N.V. (2012)

Currently PT Pengerukan Indonesia is very inferior compared to the Royal Boskalis or Van Oord. However, right now they can try to compete in the ports market segment, and when they are big enough, they can try to enter other market such as oil & gas and land reclamation & coastal protection.








mylongjourney's Weblog

Just another WordPress.com weblog written by young energic boy

Renovatio

"The closer you look, the less you will see"

Grow up proper

A raw view on life

What Happened to the Portcullis?

An independent view on developments affecting Customs & Trade in sub-Saharan Africa

faisalbasri01

Just another WordPress.com site

maharsi c. anindhito

mari nikmati hidup. enjoy!

Lord Ubay's Blog

Anda yang menilai

bennythegreat.wordpress.com

the past that build the present and design the future

Blog Kemaren Siang

Never stop dreaming, they said.

Luckydc's Blog

It's Not How You Started Things, It's How You Decided To End Them

aa_fuady

catatan yang terserak

OomCakra's Blog

Just another WordPress.com weblog

CERITA HATI UNTUK HATI

Karena cinta, mengubah jalan berduri, menjadi kekuatan di hati

lequoaila

nothing personal, it's just my mind..

Sony S Wibowo

Just another Sony's weblog

Aryansah's mind trash...

Full of complication...

Achmad Syaiful Makmur

Tryin to break the limit...

Silenceraloner's Weblog

Just another WordPress.com weblog

journalight

m y l i f e j o u r n e y . . .

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers